Sabtu, Juni 21, 2008

OrD!nArY dAy

Just a day,
Just an ordinary day.
Just tryin to get by.
Just a boy,
Just an ordinary boy.
But he was looking towards the sky.
And as he asked if I would come along
I started to realize-
That everyday you find
Just what he's looking for,
Like a shooting star he shines.

He said take my hand,
Live while you can
Don't you see your dreams are right in the palm of your hand

And as he spoke, he spoke ordinary words
Although they did not feel
For I felt what I had not felt before
You'd swear those words could heal.
And I as looked up into those eyes
His vision borrows mine.
And to know he's no stranger,
For I feel I've held him for all of time.

And he said take my hand,
Live while you can
And if we walk now we will divide and conquer this land.
Don't you see your dreams are right in the palm of your hand
Right in the palm of your hand

Please come with me,
See what I see.
Touch the stars for time will not flee.
Time will not flee.
Can you be

Just a dream, just an ordinary dream.
As I wake in bed
And the boy, that boy, that ordinary boy.
Or was it all in my head?
Did he asked if I would come along
It all seemed so real.
But as I looked to the door,
I saw that boy standing there with a deal.
And he said he my take my hand,
Live while you can,
Don't you see your dreams are right in the palm of your hand
Right in the palm of your hand
Right in the palm of your hand

Just a day, just an ordinary day
Jus tryin to get by.

Just a boy,
Just an ordinary boy.
But he was looking to the sky.

--Vanessa Carlton--



Jumat, Juni 20, 2008

Teman Yang Menyenangkan


Sambil menikmati kopi panas di kantor yang mulai kosong, aq mo cerita sedikit tentang seseorang.

Seneng juga punya teman ngobrol yang menyenangkan, semua terasa lebih mudah, hari-hari bisa dilewati dengan senyum, canda, tawa..ahh, semua terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Gadis itu ga terlalu cantik tapi manis dan 'ngga membosankan. Dia juga supel, hangat, lincah tapi agak sedikit sembrono sih. Tapi entah kenapa aq bisa terbuka sama dia, bahkan lebih terbuka dan jujur dibandingkan dengan wanita pujaanku yang sekian tahun aq tunggu tapi ternyata mengecewakan aq.

Aq ga berharap lebih dari dia, yang aq harap hanya dia tetap jadi temanku...bercerita tentang hari, kehidupan, pekerjaan (kayanya dia kena penyakit gila kerja deh hehe).

Ketika aq sedikit jatuh karena harus menerima kenyataan pahit, dia hadir dengan canda dan dukungan. Sungguh, menyenangkan punya teman seperti itu.

terima kasih kuucapkan untuk seseorang yang tak pernah menganggap gunung terlalu tinggi buat di daki.

--ian--

gambar di ambil dari mystique.blogsome.com

PuRnA

Minggu malam lalu pas jam 22.59 WIB datang pesan pendek mengejutkan dari seseorang yang aq pikir mencintaiku, setelah 2,5 tahun menunggu titik terang, akhirnya aq dapat juga jawabannya "KANDAS".

Mungkin tugas yang diberikan Tuhan kepadaku untuk mendampingi dia meraih mimpi sudah purna. Terimakasih atas pencerahan yang Kau berikan Tuhan...,Siapa lagi yang akan Kau titipkan padaku..(mudah-mudahan Kau titipkan untuk waktu yang tanpa batas)