Sistematis..
satu kata yang bikin gua pusing hari ini. kata yang harus gua telaah lagi dalam-dalam, soalnya gara-gara ga sistematis gua disidang sama atasan hehehe. Abis sidang pagi itu, gua tanya ke Kamus Besar Bahasa Indonesia soal pengertian sistematis, terus jawabnya sistematis itu sama dengan teratur menurut sistem; memakai sistem; atau dengan cara yang diatur baik-baik.Persoalannya sih ga gede-gede banget tapi dampaknya ke dalem bikin jantung naek turun ga jelas. untung aja nih jantung sehat banget jadi ga masalah deh.
Tampilkan postingan dengan label JoUrNeY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JoUrNeY. Tampilkan semua postingan
Senin, Oktober 19, 2009
Selasa, Juni 24, 2008
Kerjaan....

Ngapain aja ya hari ini??
Bangun jam 04.32 WIB ngerapihin tempat tidur terus menyapa Tuhan
terus jam 05.00 WIB olah raga dikit
jam 06.00 WIB nyiapin bahan liputan sama kontak sana sini tanya agenda..sial, pesan ga kekirim padahal pulsa banyak.
jam 06.09 WIB ngirim message via YM ke sobatku Ge Ge
jam 07.00 WIB beli lontong sama gorengan ke ibu nasi uduk (ga tau namanya siapa haha) terus bikin teh panas
jam 07.30 WIB baca komik 20th Century Boys seri I yang dipinjem dari Ge Ge
jam 08.00 WIB seri I selesai lanjut ke seri II
Jam 09.30 WIB buru-buru berangkat ke Bukopin..takut telat soalnya undangan jam 09.30
Jam 10.10 WIB sampe di Bukopin n sial..belom mulai acaranya
jam 12.00 WIB acara dah selesai tapi masih harus cari beberapa konfirmasi, akhirnya aq sama Hendri, Asep, dan Tika nongkrong di parkiran sambil nunggu bos Bukopin keluar. Si Asep bingung mikirin konfirmasi bos-bos bank soal kerjasama BI n KPK hahaha
Jam 14.00 WIB sampe kantor n mulai ngetik berita
Jam 17.00 WIB berita lom selesai, harus ketemu adek di pasaraya yang mo ngembaliin buku laskar pelangi
Jam 19.00 WIB selesaiiii
terus chatting sama Ge Ge..dia mang sobat yang baik...thx ya
jam 20.00 WIB masih chatting
gelap
--ian--
Jumat, Juni 20, 2008
Teman Yang Menyenangkan

Sambil menikmati kopi panas di kantor yang mulai kosong, aq mo cerita sedikit tentang seseorang.
Seneng juga punya teman ngobrol yang menyenangkan, semua terasa lebih mudah, hari-hari bisa dilewati dengan senyum, canda, tawa..ahh, semua terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Gadis itu ga terlalu cantik tapi manis dan 'ngga membosankan. Dia juga supel, hangat, lincah tapi agak sedikit sembrono sih. Tapi entah kenapa aq bisa terbuka sama dia, bahkan lebih terbuka dan jujur dibandingkan dengan wanita pujaanku yang sekian tahun aq tunggu tapi ternyata mengecewakan aq.
Aq ga berharap lebih dari dia, yang aq harap hanya dia tetap jadi temanku...bercerita tentang hari, kehidupan, pekerjaan (kayanya dia kena penyakit gila kerja deh hehe).
Ketika aq sedikit jatuh karena harus menerima kenyataan pahit, dia hadir dengan canda dan dukungan. Sungguh, menyenangkan punya teman seperti itu.
terima kasih kuucapkan untuk seseorang yang tak pernah menganggap gunung terlalu tinggi buat di daki.
--ian--
gambar di ambil dari mystique.blogsome.com
PuRnA
Minggu malam lalu pas jam 22.59 WIB datang pesan pendek mengejutkan dari seseorang yang aq pikir mencintaiku, setelah 2,5 tahun menunggu titik terang, akhirnya aq dapat juga jawabannya "KANDAS".
Mungkin tugas yang diberikan Tuhan kepadaku untuk mendampingi dia meraih mimpi sudah purna. Terimakasih atas pencerahan yang Kau berikan Tuhan...,Siapa lagi yang akan Kau titipkan padaku..(mudah-mudahan Kau titipkan untuk waktu yang tanpa batas)
Mungkin tugas yang diberikan Tuhan kepadaku untuk mendampingi dia meraih mimpi sudah purna. Terimakasih atas pencerahan yang Kau berikan Tuhan...,Siapa lagi yang akan Kau titipkan padaku..(mudah-mudahan Kau titipkan untuk waktu yang tanpa batas)
Sabtu, April 05, 2008
Testimoni buat Rama
Tadi pagi aq mengalami konflik batin yang luar biasa setelah nonton siaran ulang acara talkshow di O channel dengan tamu jurnalis detikinet yang juga sound enginer Nintendo, Ramaditya.
aku suka acara itu karena topiknya ringan tapi menginspirasi. Dan kali ini sungguh sangat menginspirasi karena sang tamu yang luar biasa itu seorang tunanetra namun sangat optimis memandang dunia dan mempunyai banyak prestasi internasional.
Sebetulnya Rama sudah pernah menjadi tamu di Kick Andy tapi berhubung ga nonton edisi ama jadi ya baru nonton talkshownya pagi ini.
Setelah mendengar dan melihat celotehan hangatnya, Rama ternyata memberi lecutan pada diriku untuk lebih menghargai hidup dan berpikir positif dalam memandang masa depan.
bagaimana tidak, Rama yang hanya bisa meraba tanpa bisa melihat mampu mengalahkan sikap pesimis dalam hidupnya dan menjadi dirinya sendiri. Sementara aku baru bisa berkhayal agar bisa seperti itu. bahkan belakangan aku justru tidak tahu aku sedang berada di mana..(kasian banget yaa..)
Thanks Rama, ternyata hidup itu indah
Sabtu, Oktober 27, 2007
.:: i b u ::.
Ibu..
Tersimpan asa dalam selaksa
Relung hati
Dalam sunyi landa jiwa
Hadirmu ibu..hadirmu..
Ku ingin senyummu menghias hari
Ku ingin belaimu menyulam pagi
Ku ingin kasih dan sayangmu mewarnai senja
Ibu..
Dalam langkah ku impi
Dalam tatap ku ingin
Dirimu membimbing
Temukan mutiara di dalamnya samudera
Ibu..
Dimana lagi ku harus mencari
Sosokmu yang tersamar
Terhalang bayang-bayang suram
.: Sesudah petang di Velbak -- 27102007 -- 18.10 WVT
note: gambar diambil dari
Rabu, Oktober 24, 2007
Surat kepada ibu

Waktu baca - baca catatan yang udah lama, ada sobekan kertas yang aku ga tau darimana asalnya. Yang pasti isinya sebuah puisi.
judulnya menarik..."Surat Seorang Gelandangan Kepada Ibunya" yang isinya bikin aku terenyuh juga..
Ibu...maafkan aku
Tak pergi sekolah
Bukan tak mau
Tapi semata-mata karena tak ingin kehabisan waktu
Untuk kita menyambung hidup
Untuk kita memelihara mimpi....
Disini, disudut-sudut kota ini..
Ibu...jangan menangis
Hanya karena melihat anak-anak berseragam
Berlarian sambil melambai-lambaikan buku
Anakmu disini
Sedang menyusun kebanggaan
Dari keringat dan air mata
Mari kita tulis hidup dan nasib kita sendiri...
Ibu...istirahatlah
Doakan anakmu selamat hari ini
note: Gambar diambil dari www.art.com
Minggu, Oktober 14, 2007
:: k a n g e n ::
Kemarin malam, dibalik jendela kawah candradimuka bulan yang terpotong setengahnya seperti malu-malu untuk tampil menghias malam. ehm..romantis ngga ya pembukanya???? :):):)
Sendiri di kos karena ditinggal mudik sama temen-temen membuat aku berubah jadi melankolis, secara tiba-tiba perasaan itu muncul. Sebuah perasaan yang terus menghantuiku saat malam menjelang,...k a n g e n .
yaa..kangen, perasaan yang pastinya sudah familiar dalam kehidupan manusia. dan perasaan itu kini datang menghampiriku. kangen akan kedamaian, kangen akan cinta kasih, kangen dengan kejadian-kejadian yang membuat kangen.
Halah....aneh-aneh aja, kangen ko' sama kedamaian. Lha wong kedamaian itu cuma punya malaikat.
kangen akan cinta kasih...??? dua kata terakhir itu kan cuma ada di novel dan dongeng-dongeng pengantar tidur.
tapi untungnya kata kangen itu sendiri ada dalam kehidupan nyata jadi....aku bisa tetap kengen dengan kekangenanku akan hal-hal tadi.
Jumat, Oktober 12, 2007
D e S a
Malam Idul fitri tahun ini kembali aku lewati di kantor, biasa kebagian piket...,setelah lelah berputar-putar Jakarta akhirnya bisa juga duduk di depan komputer. Setelah merasakan gemerlap pesta menyambut lebaran..sejenak aku teringat dengan momen beberapa tahun lalu tentang indahnya sebuah kebersamaan.
Waktu itu, 1 juli 2002 saat aku sedang menempuh semester empat di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, aku menghadiri pernikahan kakak sepupuku di sebuah desa tempat dia dilahirkan yang terletak dikaki gunung Lawu.
Kalau dipetakan, desa yang indah dan berhawa sejuk itu sepertinya agak jauh dari "peradaban". Jalan desa yang terdiri dari batu-batu sebesar buah kelapa, hamparan sawah yang luas dengan daun padinya yang masih hijau, Rumah-rumah joglo yang tampak ramah menyambut setiap tamu yang datang serta sulitnya menonton televisi, menjadi sajian khas desa itu.
Walaupun agak jauh dari "peradaban", terdapat sebuah pemandangan menarik yang sulit ditemui dalam kehidupan manusia-manusia di dunia yang "beradab". Masyarakat desa itu masih menjunjung tata krama dan semangat gotong royong yang tinggi. pun, dalam memandang status sosial, mereka tidak terpaku dengan sesuatu yang bersifat materi tetapi lebih kepada seberapa bijak seseorang dalam menghadapi masalah. wow....
Aku jadi teringat dengan kawan-kawan ku yang sudah menamatkan pendidikan tinggi dan hidup dilingkungan yang dekat dengan "peradaban". Mereka sepertinya tidak memiliki pandangan seperti masyarakat di desa itu. Apakah globalisasi telah menghancurkan persenyawaan pikiran dan jiwa mereka? Apakah Kapitalisme yang memiliki kekuatan yang dahsyat itu telah membutakan mata dan hati mereka?
AHHH, Lupakan jawaban untuk itu, yang pasti adalah aku dan kawan-kawan butuh pemandangan dan suasana yang menyejukkan seperti di desa itu. Dimana setiapnya berjalan beriringan....setiapnya bergandengan tangan dan setiapnya mengerti serta memahami bahwa dengan semua itulah mereka bisa bahagia....
Andaikan pemandangan seperti itu terdapat disebuah kota yang "berperadaban" seperti Jakarta...
...With Love From Lawu Mountain
Jumat, Oktober 05, 2007
Nomor Telepon
"Ahh..sial, dimana ya aku nyimpan nomor telepon temen-temen KKN dulu?." kemarin malam, menjelang pergantian hari tiba-tiba terdengar suara perempuan dari balik ponselku yang serta merta bertanya, "Ko, nomor telepon luthfi berapa? aku butuh banget nih," katanya. sejurus kemudian aku balik bertanya, "ini siapa sih?." seperti sedang berpikir -soalnya ada jeda- diapun menjawab, "o iya..maaf ini Yayat, aku mo tanya nomor telepon luthfi temen KKN kita di Blitar dulu," jawabnya.
Setelah bercakap-cakap beberapa menit aku pun menutup pembicaraan dengan mengatakan bahwa aku bakal nyari nomor teleponnya yang pernah aku catat di orginizer.
sambil berusaha membuka mata aku membongkar sebuah kardus bekas televisi untuk mencari orginizerku. Tapi setelah hampir semalaman aku cari ternyata ga ketemu.."aduh dimana yaa?"
Akhirnya aku cuma bisa kirim pesan pendek ke temenku tadi yang bunyinya, "Yat..nanti yaa aku cari lagi soalnya lupa tempat nyimpen nomor teleponnya"
Pesan balasan pun datang, "iya deh, ditunggu yaa Ko. penting banget nih," kata dia.
Pusing deh sekarang, dimana yaa aku nyimpennya?
Setelah bercakap-cakap beberapa menit aku pun menutup pembicaraan dengan mengatakan bahwa aku bakal nyari nomor teleponnya yang pernah aku catat di orginizer.
sambil berusaha membuka mata aku membongkar sebuah kardus bekas televisi untuk mencari orginizerku. Tapi setelah hampir semalaman aku cari ternyata ga ketemu.."aduh dimana yaa?"
Akhirnya aku cuma bisa kirim pesan pendek ke temenku tadi yang bunyinya, "Yat..nanti yaa aku cari lagi soalnya lupa tempat nyimpen nomor teleponnya"
Pesan balasan pun datang, "iya deh, ditunggu yaa Ko. penting banget nih," kata dia.
Pusing deh sekarang, dimana yaa aku nyimpennya?
Langganan:
Postingan (Atom)